Archive for ‘Pendahuluan Farmakologi’

20 September 2010

Pengertian Dan Penggolongan Obat Kemoterapeutika

FARMACIA | Pengertian Obat Kemoterapeutika – Jika berbicara tentang obat kimia, maka kita tidak akan lepas dengan yang namanya obat kimia. Kemoterapeutika adalah salah satu contohnya preparat yang kita kenal sekarang ini. Pengertian Obat Kemoterapeutika adalah Obat kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit-penyakit infeksi yang disebabkan oleh hama-hama, seperti : Protozoa, Bakteri, Virus tanpa merugikan manusia.

Yang termasuk Obat Kemoterapeutika antara lain :

1. Definisi Obat Antibiotika : Zat kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme hidup terutama fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat memastikan atau menghambat pertumbuhan banyak bakteri dan beberapa virus besar sedangkan toksisitas bagi manusia relatif kecil.

2. Definisi Obat Antineoplastikum : Zat yang dapat menghentikan pertumbuhan pesat dari sel-sel maligne/sel yang tumbuh secara tidak wajar (kanker).

3. Definisi Obat Antilepra : Obat yang menghentikan penyakit infeksi kronis terutama yag merusak jaringan syaraf.

4. Definisi Obat Fingistatika : Obat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur atau fungi.

5. Definisi Obat TBC : Obat kemoterapi yang dapat menghentikan suatu penyakit yang menular yang biasanya mulai di dalam paru-paru dengan benjolan kecil (tubercel)

6. Definisi Obat Sulfa : Obat kemoterapi yang struktur kimianya mirip pABA (para amino benzoic acid), bahan makanan dari bakteri, kalau bakteri mengkonsumsi sulfa maka bakteri tersebut akan mati.

7. Definisi Obat Malaria : Kemoterapi yang mampu membunuh/menghentikan penyakit infeksi dengan demam berkala yang disebabkan oleh suatu parasit bersel tunggal (protozoa) dan ditularkan oleh nyamuk anopheles.

Demikian beberapa definisi bagian Obat Kemoterapeutika yang dikenal di dunia farmasi dan terapi. Semoga bermanfaat.

Iklan
20 September 2010

Istilah Obat Gangguan Jantung Dan Pembuluh Darah

FARMACIA | Istilah Obat Gangguan Jantung Dan Pembuluh Darah – Beberapa istilah yang sering disebut dalam pembahasan di gangguan jantung dan pembuluh darah sering kita dengar. Namun apa saja yang termasuk obat gangguan jantung dan pembuluh darah, yakni antara lain :

1. Definisi Obat Diuretika : Obat yang dapat memperbanyak pengeluaran air kemih akibat pengaruh langsung terhadap ginjal.

2. Definisi Obat Cardiaca : Obat yang secara langsung dapat memulihkan fungsi otot jantung yang terganggu ke keadaan normal.

3. Definisi Obat Vasodilator : Obat yang berkhasiat mempelabar pembuluh-pembuluh darah.

4. Definisi Obat Antihipertensi : Obat yang dapat menurunkan kedaan tekanan darah tinggi ke keadaan tekanan darah normal.

5. Definisi Obat Anti Hiperkolesterol : Obat yang dapat menurunkan kelebihan kadar kolesterol tubuh ke keadaan kadar kolesterol normal.

6. Definisi Obat Antianemia / Hematonica : Obat pembentuk darah yaitu suatu obat yang khusus digunakan untuk menstimulir atau memperbaiki proses pembentukan eritrosit (sel darah merah).

Demikian beberapa istilah Obat Gangguan Pembuluh Darah yang ada di dunia farmasi. Semoga dapat memberikan sutau gambaran pada kita tentang obat gangguan pembuluh darah ini.

6 September 2010

Definisi Obat Berdasarkan Target Susunan Syaraf Pusat (SSP)

FARMACIA | Definisi Obat Berdasarkan SSP – Beberapa definisi obat yang diindikasikan untuk beberapa penyakit, jika klasifikasikan menurut daerah tempat terjadinya penyakit diantaranya yakni Susunan Syaraf Pusat (SSP). Berikut ini adalah obat yang bekerja di SSP, diantaranya :

Obat Analgetika dan Antipiretika : Obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kasadaran. Sedangkan bila menurunkan panas disebut Antipiretika.

ObatAntimigrain : Obat yang mengobati penyakit berciri serangan-serangan berkala dari nyeri hebat pada satu sisi.

Obat Anti Reumatik : Obat yang digunakan untuk mengobati atau menghilangkan rasa nyeri pada sendi/otot, disebut juga anti encok.

Obat Anestetik : a). Anestetik Lokal : Obat yang merintangi secara reversible penerusan impuls-impuls syaraf ke SSP (susunan syaraf pusat) pada kegunaan lokal dengan demikian dapat menghilangkan rasa nyeri, gatal-gatal, panas atau dingin. b). Anestetika Umum : Obat yang dapat menimbulkan suatu keadaan depresi pada pusat-pusat syaraf tertentu yang bersifat reversible, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan.

Hipnotika : Obat yang dalam dosis terapi dapat mempertinggi keinginan tubuh normal untuk tidur. Bila dosis rendah disebut sedativa (obat pereda/penenang)

Obat Anti Depresan : Obat yang dapat memperbaiki suasana jiwa dapat menghilangkan atau meringankan gejala-gejala keadaan murung yang tidak disebabkan oleh kesulitan sosial, ekonomi dan obat-obatan serta penyakit.

Neuroleptika : Obat yang dapat menekan fungsi-fungsi psikis (jiwa) tertentu tanpa menekan fungsi-fungsi umum seperti berfikir dan berkelakuan normal.

Obat Antiepileptika : Obat yang dapat menghentikan penyakit ayan, yaitu suatu penyakit gangguan syaraf yang ditimbul secara tiba-tiba dan berkala, adakalanya disertai perubahan-perubahan kesadaran.

Obat Antiemetika : Obat untuk mencegah / menghentikan muntah akibat stimulasi pusat muntah yang disebabkan oleh rangsangan lambung usus, melalui CTZ (Cheme Receptor Trigger Zone) dan melalui kulit otak.

Demikian penjelasan obat berdasarkan daerah kerjanya di Susunan Syaraf Pusat (SSP). Semoga bermanfaat.

5 September 2010

Definisi Farmakope Indonesia

FARMACIA | Definisi FarmakopeFarmakope dapat diartikan sebagai Buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat-obat penting serta persyaratannya tentang identitas, kadar kemurnian dsb. Begitu pula metode-metode analisa dan resep-resep sediaan farmasi.

Di dalam Farmakope Indonesia dicantumkan pula nama lain, nama generik dan nama kimia. Nama latin adalah nama obat dalam ejaan latin. Nama Generik (International Non-proprieatary name / INN) adalah nama umum yang dipakai di semua negara tanpa melanggar hak patent yang berlaku untuk obat tersebut. Nama kimia adalah nama obat yang didasarkan nama unsur-unsur kimia yang membentuknya.

Selain buku Farmakope, juga digunakan secara khusus buku lain antara lain Formularium Nasional dan buku Informasi Spesialis Obat (ISO) yang memuat nama-nama patent dan atau spesialit. Obat patent ialah obat produk dari suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum.

Demikian artikel mengenal Farmakope Indonesia dan Buku Resmi Lain yang menjadi standar obat di Indonesia.

5 September 2010

Istilah-Istilah Dalam Dunia Farmasi

FARMACIA | Daftar Istilah Farmasi – Dalam mempelajari obat-obatan atau farmasi banyak aspek yang harus diketahui. Beberapa aspek tadi erat hubungannya dengan beberapa definisi yang dikenal di farmasi, antara lain :

Definisi Farmakologi (luas): adalah Ilmu yang mempelajari sejarah, asal usul obat, sifat fisika dan kimiawi. Cara mencampur dan membuat obat, efek terhadap fungsi biokimia dan faal, cara kerja, absorpsi, distribusi, biotransformasi dan eksresi, penggunaan dalam klinik dan efek toksisnya.

Definisi Farmakologi (sempit): adalah Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk diagnosis, pencegahan dan penyembuhan penyakit.

Definisi Farmakognosi : adalah Ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan bentuk mikroskopik dan makroskopik berbagai tumbuha-tumbuhan, hewani, mineral dan organisme lainnya yang dapat digunakan dalam pengobatan.

Definisi Biofarmasi : Penyelidikan tentang pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya sehingga bentuk sediaan obat harus dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan efek yang optimal.

Definisi Farmasi : Ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur dan formulasi.

Definisi Farmakokinetika : Ilmu yang mempelajari cara kerja obat, efek obat terhadap fungsi berbagai organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan struktur organ tubuh.

Definisi Farmakoterapi : Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk menyembuhkan penyakit.

Definisi Kemoterapi : adalah Cara pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen dengan zat kimia

Definisi Obat Kemoterapi : Adalah obat kimia yang terutama bekerja terhadap kuman parasit dan mikroba patogen lainnya

Definisi Farmakodinamika : Adalah obat yang terutama bekerja terhadap tuan rumah dengan

Definisi Obat Diagnostik : Adalah obat yang membantu untuk melakukan diagnostik (pengenalan penyakit)

Definisi Toksikologi : Adalah Ilmu yang mempelajari keracunan oleh berbagai zat kimia terutama obat

Demikian Istilah-istilah dalam dunia farmasi. Semoga definisi-definisi dapat membantu kita dalam memahami farmasi secara keselurahan nantinya.

5 September 2010

Sejarah Perkembangan Obat

FARMACIA | Definisi Obat – Dalam tulisan pertama ini, penulis akan menerangkan secara dasar, apa yang dimaksud dengan Obat. Bahwa Obat dapat didefinisikan sebagai Semua zat baik kimia, nabati maupun hewan yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit dan gejalanya.

Obat yang pertama digunakan ialah obat yang berasal dari tanaman yang lebih dikenal dengan sebutan obat tradisional (jamu). Obat nabati ini digunakan sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktivitas yang seringkali berbeda-beda tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya.

Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli kimia mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman, sehingga menghasilkan serangkaian zat-zat kimia sebagai obat, misalnya : efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris ; atropin dari Atropa belladona ; morfin dari Papaver somniferum ; digoksin dari Digitalis lanata ; reserpin dari Rauwolfia serpentina, dsb.

Perkembangan sintetis obat baru dimulai pada abad XX dengan dibuatnya sintetis-sintetis seperti : asetosal disusul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendrobakan sejati baru dicapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapetik sulfanilamid (1935) dan penisilin (1940). Sejak tahun 1945 Ilmu kimia, fisika dan kedokteran berkembangan dengan pesat dan hal ini menguntungkan sekali bagi penyelidikan yang sistematis dari obat-obat baru.

Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno makin terdesak oleh obat-obat baru. Kebanyakan obat-obat yang kini digunakan ditemukan sekitar 20 tahun yang lalu, sedangkan obat-obat kuno ditinggalkan dan diganti dengan obat modern tersebut.